https://jayapura.times.co.id/
Berita

Legenda Arema Kuncoro Tutup Usia, Noda Duka di 100 Tahun Stadion Gajayana

Minggu, 18 Januari 2026 - 19:57
Legenda Arema Kuncoro Tutup Usia, Noda Duka di 100 Tahun Stadion Gajayana Legenda Arema FC sekaligus asisten pelatih, Kuncoro meninggal dunia saat ambil bagian dalam Laga Charity 100 Tahun Stadion Gajayana pada Minggu (18/1/2026). Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia

TIMES JAYAPURA, MALANG – Perayaan satu abad Stadion Gajayana yang semestinya dipenuhi sukacita berubah menjadi duka. Legenda Arema FC sekaligus asisten pelatih, Kuncoro, berpulang ke Rahmatullah setelah mengalami serangan jantung di pinggir lapangan stadion kebanggaan warga Malang tersebut, Minggu (18/1/2026) sore.

Kuncoro mengembuskan napas terakhirnya usai ambil bagian dalam Laga Charity 100 Tahun Stadion Gajayana, sebuah pertandingan reuni para legenda sepak bola Malang. Kepergiannya menjadi pukulan telak bagi Arema FC, Aremania, dan insan sepak bola nasional.

Pada laga tersebut, Kuncoro tampil di babak pertama bersama deretan legenda lainnya seperti Siswantoro, Hermawan, Doni Suherman, serta sejumlah mantan pemain Arema. Tak ada yang menyangka, penampilan tersebut menjadi persembahan terakhir sang legenda.

Usai babak pertama, Kuncoro beristirahat di bangku cadangan. Namun, suasana mendadak berubah panik ketika ia tiba-tiba kolaps dan tak sadarkan diri.

Pertandingan langsung dihentikan. Tim medis dengan sigap melakukan resusitasi jantung paru (RJP) di lokasi sebelum Kuncoro dilarikan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Sayangnya, nyawa sang legenda tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Pulang di Rumah Sendiri

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan duka mendalam atas kepergian sosok yang sangat berjasa bagi klub berjuluk Singo Edan tersebut.

“Kami semua sangat shock dan terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat ia merajut mimpi masa mudanya. Dan hari ini, Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun Gajayana. Beliau berpulang dalam keadaan bahagia, berkumpul bersama sahabat-sahabat lamanya di lapangan,” ujar Yusrinal dengan suara bergetar.

Menurut Yusrinal, dedikasi dan loyalitas Kuncoro untuk Arema FC tak akan pernah tergantikan. Stadion Gajayana menjadi saksi perjalanan hidupnya, dari awal karier hingga akhir hayat.

“Beliau pergi di rumahnya sendiri. Selamat jalan, Legenda. Loyalitasmu abadi,” tambahnya.

Kepergian Kuncoro bukan hanya kehilangan bagi Arema FC, tetapi juga bagi sepak bola Indonesia. Sosoknya yang humoris, tegas, rendah hati, dan setia kawan akan selalu dikenang oleh rekan-rekan, pemain, serta para pendukung.

Doa mengalir untuk almarhum agar mendapat husnul khotimah, dilapangkan kuburnya, dan diterangi jalannya menuju surga. Keluarga yang ditinggalkan pun diharapkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Selamat jalan, Cak Kun. Namamu akan selamanya hidup di hati Aremania dan sejarah Singo Edan. (*)

Pewarta : Tria Adha
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jayapura just now

Welcome to TIMES Jayapura

TIMES Jayapura is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.