https://jayapura.times.co.id/
Gaya Hidup

Tes Berdiri Satu Kaki: Sinyal Kesehatan Tubuh dan Otak Seiring Usia

Kamis, 05 Februari 2026 - 06:13
Tes Berdiri Satu Kaki Bisa Gambarkan Kondisi Kesehatan Tubuh dan Otak Kemampuan berdiri satu kaki dalam jangka waktu tertentu bisa menginformasikan kondisi kesehatan tubuh dan otak.

TIMES JAYAPURA, JAKARTA – Kemampuan berdiri dengan satu kaki kerap dianggap sepele. Namun, bagi kelompok usia paruh baya hingga lanjut, tes sederhana ini justru menjadi indikator penting kesehatan tubuh dan otak.

Sejumlah riset menunjukkan, keseimbangan tubuh biasanya mencapai puncaknya di usia akhir 30-an, lalu menurun secara bertahap. Pada usia di atas 50 tahun, kemampuan bertahan berdiri dengan satu kaki selama beberapa detik saja sudah dapat memberi gambaran tentang proses penuaan seseorang.

Salah satu alasannya berkaitan dengan sarcopenia, yakni penurunan massa dan kekuatan otot yang dimulai sejak usia 30 tahun. Penurunan ini berdampak langsung pada stabilitas tubuh, terutama otot kaki dan panggul. Latihan berdiri satu kaki terbukti membantu menjaga kekuatan otot tersebut sekaligus menurunkan risiko jatuh pada usia lanjut.

Tak hanya soal otot, keseimbangan satu kaki juga melibatkan kerja kompleks otak. Posisi ini menuntut koordinasi antara penglihatan, sistem vestibular di telinga bagian dalam, serta sistem saraf sensorik yang membaca posisi tubuh. Seiring usia, kemampuan otak mengintegrasikan sinyal-sinyal ini dapat melemah.

Data kesehatan di Amerika Serikat menunjukkan, jatuh akibat hilangnya keseimbangan masih menjadi penyebab utama cedera serius pada lansia. Menariknya, riset juga menemukan bahwa latihan satu kaki mampu meningkatkan waktu reaksi dan kontrol gerak, faktor kunci untuk mencegah jatuh.

Bahkan, sebuah studi pada 2022 mencatat bahwa individu usia paruh baya yang tidak mampu berdiri satu kaki selama 10 detik memiliki risiko kematian lebih tinggi dalam beberapa tahun berikutnya. Studi lain menyebut, tes ini lebih akurat dibandingkan tes kekuatan genggaman tangan atau duduk-berdiri dalam memprediksi risiko kesehatan jangka panjang.

Kabar baiknya, keseimbangan dapat dilatih. Latihan berdiri satu kaki secara rutin—bahkan hanya beberapa menit per hari—disebut mampu memperkuat otot inti, meningkatkan fungsi otak, dan memperlambat penurunan kognitif. Aktivitas sederhana seperti berdiri satu kaki saat menyikat gigi sudah cukup efektif jika dilakukan konsisten.

Para ahli merekomendasikan latihan ini dilakukan sejak usia 50 tahun, dan lebih intensif setelah 65 tahun, sebagai bagian dari rutinitas harian. Latihan bisa dilakukan bergantian antara kaki kiri dan kanan, dengan atau tanpa alas kaki, untuk melatih stabilitas dalam berbagai kondisi.

Tes berdiri satu kaki, pada akhirnya, bukan sekadar soal keseimbangan. Ia menjadi cermin kecil tentang bagaimana tubuh dan otak menua—serta seberapa siap kita menjaga kualitas hidup di usia lanjut. (*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jayapura just now

Welcome to TIMES Jayapura

TIMES Jayapura is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.